Home      News Update       Schedules       Academic Calendar       Articles       Photo Gallery       Contact Us       Sign Our Guestbook
New Student Registration Academic Year 2013/2014 has begun. Register yourself now!
 
Language/Bahasa    
 
   
Home
STIKES Maharani Profiles
Campus Facilities
Development Plan
Partnership
Vision and Mision
Organization Chart
 
 
Under Graduate of Nursing
Midwifery Diploma
Health Analyse Diploma
Ners Profession
 
 
Untitled Document
ARTICLES

 
review literature of Tsunami 
Author: lumadi@ymail.com [ 26/10/2010 ]

Review Literature of TSUNAMI



By, Sih Ageng Lumadi., S.Kep. Ners



 



1.    Pengertian



Istilah tsunami berasal dari
bahasa Jepang. Tsu berarti \"pelabuhan\", dan nami
berarti \"gelombang\", sehingga tsunami dapat diartikan sebagai
\"gelombang pelabuhan\". 



 



Tsunami juga dapat diartikan secara harafiah
berarti \"ombak besar di pelabuhan\" adalah sebuah ombak yang terjadi
setelah sebuah gempa bumi, gempa laut, gunung berapi meletus, atau hantaman
meteor di laut.



Tsunami
adalah Rangkaian gelombang
laut yang menjalar dengan kecepatan
tinggi, memiliki panjang gelombang yang
sangat panjang dan periode yang lama,   dipicu
oleh gangguan impulsif di dasar laut .



2.    Penyebab



Tsunami terutama disebabkan oleh
gempabumi di dasar laut. Tsunami yang dipicu akibat tanah longsor di dasar
laut, letusan gunung
api
dasar laut, atau akibat jatuhnya meteor jarang terjadi.



 



Gempa bumi yang disebabkan karena
interaksi lempeng tektonik dapat menimbulkan gelombang pasang apabila terjadi
di samudera. Dengan wilayah yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan lempeng
tektonik ini, Indonesia sering mengalami tsunami. Tsunami yang terjadi di
Indonesia sebagian besar disebabkan oleh gempa-gempa tektonik di sepanjang
daerah subduksi dan daerah seismik aktif lainnya (Puspito, 1994).



 



Selama kurun waktu 16002000 terdapat
105 kejadian tsunami yang 90 persen di antaranya disebabkan oleh gempa
tektonik, 9 persen oleh letusan gunung berapi dan 1 persen oleh tanah longsor
(Latief dkk., 2000).



 



Ada beberapa penyebab gempa bumi.
Pertama karena pergerakan magma dalam gunung berapi biasa disebut gempa
vulkanik.
Kedua karena
pergeseran lempeng-lempeng bumi, (gempa tektonik).
Gempa Tektonik terjadi akibat pergeseran tiba-tiba di dalam kulit
bumi dan hal ini sangat erat dengan pembentukan pegunungan.  Gempa tektonik disebut pula gempa dislokasi.



 



Gempa
tektonik  terjadi jika terbentuk
patahan-patahan yang baru, atau terjadi  pergeseran-pergeseran di sepanjang patahan
akibat ketegangan di dalam kerak bumi
Ketiga
karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik
Gerakan vertikal pada kerak bumi,
dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba- iba, yang
mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya.



 



Hal ini mengakibatkan terjadinya
aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar
yang mengakibatkan terjadinya tsunami Kecepatan gelombang tsunami tergantung
pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi dimana kecepatannya bisa mencapai
ratusan kilometer per jam.



 



 



Bila tsunami mencapai pantai,
kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak
daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya
beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi
gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air.
Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai
dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.



 



 





 



Syarat terjadinya tsunami akibat
gempa bumi
:



 



      Gempa bumi yang berpusat di tengah
laut dan dangkal



      Gempa bumi dengan kekuatan
sekurang-kurangnya 6,5 Skala Rikter



      Gempa bumi dengan pola kekuatan naik
atau kekuatan turun



      Kedalaman
dangkal kurang dari 40 km



      Terjadi
deformasi vertical dasar laut



 



 



 



3.  Karakteristik tsunami



        
Kecepatan gelombang tergantung kedalaman air
dititik gempa



        
Panjang
gelombangnya lebih panjang dibandingkan dengan kedalaman laut



        
Kecepatan gelombang tergantung pada
kedalaman air pusat terjadinya
gangguan
seismi
k,
kecepatan gelombang bisa mencapai
900
km/jam (560 mile/jam dan melambat sampai kira-kira 50 km/jam (31 mile/jam) saat
gelombang mencapai pantai



        
Waktu tempuh penjalaran tergantung pada jarak dari
pusat gempa ke pantai



        
Dampak umumnya ditandai dengan surutnya
air pada batas normal yang
menandakan
kedatangan gelombang raksasa
, Didahului
dengan surutnya permukaan laut (sbg peringatan dini).



        
Gelombang dapat sangat destruktif dapat
mencapai ketinggian 30 m, dampak yg terjadi kerusakan infrastruktur (kerusakan
bangunan)



        
Dampak di pinggir pantai dapat ditingkatkan
dengan pengurangan nyata dari batas normal air sebelum datangnya gelombang. Hal
ini dapat dihitung dari selopan keluar diikuti dengan munculnya gelombang
tsunami. Masyarakat dapat terperangkap karena ingin mengetahui fenomena
tersebut dari ketinggian yang kemudian dihantam oleh gelombang yang datang.



        
Dampak yang terjadi dapat menyebabkan
banjir, ladang,sawah, tanah, dan cadangan air bersih yang terkontaminasi air
asin, serta hancurnya bangunan, struktur dan tanaman di tepi pantai.



 



 



         


















Bila lempeng samudra pada
sesar bergerak naik (raising), terjadi air pasang di wilayah pantai
hingga wilayah tersebut akan mengalami banjir sebelum kemudian gelombang air
yang lebih tinggi datang menerjang.



\"Berkas:Lempeng_samudra.png‎\"



Gbr. Bila lempeng samudra
bergerak naik, wilayah pantai akan mengalami banjir air pasang sebelum
datangnya tsunami.


Bila lempeng samudra pada
sesar bergerak turun (sinking), kurang lebih pada separuh waktu
sebelum gelombang tsunami sampai di pantai, air laut di pantai tersebut
surut. Pada pantai yang landai, surutnya air bisa mencapai lebih dari 800
meter menjauhi pantai. Masyarakat yang tidak sadar akan datangnya bahaya
mungkin akan tetap tinggal di pantai karena ingin tahu apa yang sedang
terjadi. Atau bagi para nelayan mereka justru memanfaatkan momen saat air
laut surut tersebut untuk mengumpulkan ikan-ikan yang banyak bertebaran.



\"Berkas:Lempeng_samudra2.png‎\"


Gbr. Bila
lempeng samudra bergerak turun, di wilayah pantai air laut akan surut sebelum
datangnya tsunami.


 


1.   Siklus penanganan
bencana.


Kebijakan penanganan pada saat bencana tsunami, Terdapat
pada : Pedoman Teknis Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana, DEPKES
RI 2007


Tahap
Kejadian bencana, tanggap darurat ( represif )


a.      Penatalaksanaan
Korban Massal di Lapangan


      Proses
Penyiagaan


      Identifikasi
Awal Lokasi Bencana


      Tindakan
Keselamatan


      Langkah
Pengamanan


      Pos
Komando


      Pencarian
dan Penyelamatan


b.     Perawatan
di Lapangan


    Triase


Terminologi Triase Gawat Darurat Massal  



Gadar
massal, Keadaan musibah dengan korban lebih dari 30 orang.



Petunjuk
gadar massal, Prosedur yang disusun untuk mengkoordinasikan pelayanan
secara spontan untuk unit-unit kerja dan instansi / SMF terkait apabila
timbul suatu situasi gadar massal.



Care
area, Daerah yang dipergunakan untuk memberikan pertolongan pertama kepada
korban musibah massal.



Collection
area, Daerah yang dipergunakan untuk mengumpulkan pertama-kali korban gadar.



Crisis
center / Emergency operation center, Tempat berkumpulnya seluruh pimpinan
partisipan atau instansi/SMF yang terlibat dalam penanggulangan gadar massal,
dan dari tempat tsb. dikeluarkan seluruh informasi serta keputusan penting
selama kegiatan berlangsung.



Drill,
  Latihan yang mempraktekkan perencanaan
penanggulangan gadar massal, untuk menyempurnakan serta efektifitas
perencanaan penanggulangan gadar massal.



 Emergency Operation Committee, Komite yang
dibentuk dalam rangka mendukung, mengkoordinasi, dan memantau kegiatan
operasional dalam penanggulangan gadar massal.



Full
Scale Emergency Exercise, latihan penanggulangan gadar massal dengan
mengerahkan dan memanfaatkan seluruh peralatan dan personal sebagaimana
dipergunakan untuk penanggulangan gadar massal sesungguhnya.



Greeter
& Meeters Room,Tempat yang diperuntukkan bagi berkumpunya para keluarga
korban gadar missal



Grid
Map,  Peta lingkungan yang dilengkapi garis-garis petak yang mempunyai
ukuran sebenarnya 1 m persegi, diberi nomor dan huruf
sehingga  memudahkan mencari suatu lokasi.



Heli
Pad. Tempat yang dipersiapkan untuk pendaratan helicopter



Holding
area, Tempat sementara yang dipersiapkan bagi korban yang tidak luka.



 On Scene Commander, Pemimpin operasi
penanggulangan gadar massal dilokasi musibah



Procedure,Tatacara
yang harus diikuti dalam melaksanakan kegiatan.



 Security Line,  Garis pemisah
berupa pita berwarna kuning sebagai batas area tertentu yang berada dalam
pengawasan security,



 Rendezvous Point, Tempat yang sudah
ditentukan dimana tenaga atau kendaraan bantuan yang akan terlibat dalam
penanggulangan keadaan gadar massal, untuk pertama kali menerima
pemberitahuan langsung bertemu satu dengan lainnya, kemudian menuju kelokasi.


 


    Pertolongan
Pertama
( team RMA :
Doctor, nurses, ambulance crew )


    Pos
Medis Lanjutan


    
Pos Penatalaksanaan Evakuasi


  Memprioritaskan daerah
untuk pencarian dan penyelamatan, dan penghapusan puing reruntuhan


  pengiriman
pasokan bantuan, memprioritaskan tindakan seperti daerah untuk diungsikan,
mengidentifikasi jalan diblokir dengan puing-puing atau rusak, perencanaan
rute untuk persediaan darurat memasuki lokasi bencana


 
perencanaan rute untuk evakuasi dan medis darurat
keluar dari lokasi bencana, mengidentifikasi lokasi dan ketersediaan orang,
peralatan, perlengkapan, tempat penampungan, logistik dan sumber daya lain
yang diperlukan untuk mengelola respon bencana dan pemulihan


 


c.      Penerapan
Rencana Penatalaksanaan Korban Bencana Massal Rumah Sakit


      Penerimaan
di Rumah Sakit dan Pengobatan


      Penerimaan
Pasien


      Hubungan
dengan Petugas Lapangan


      Tempat
Perawatan di Rumah Sakit


     
Evakuasi Sekunder



d.        
Pelayanan Kesehatan di Pengungsian


      Pelayanan
Kesehatan Dasar di Pengungsian


      Pencegahan
dan pemberantasan penyakit menular


     
Menjamin Pelayanan Kesehatan bagi
Pengungsi


        
Pengawasan dan Pengendalian Penyakit


        
Air Bersih dan Sanitasi


        
Surveilans Penyakit dan Faktor Risiko


        
Surveilans Gizi Darurat


        
Penanganan Gizi Darurat


        
Tahap Penanganan Gizi Darurat


e.      Penanganan
Kesehatan Jiwa


        
Intervensi Psikososial Orang yang
Terkena Bencana


        
Reaksi Psikologis Masyarakat yang
Terkena Bencana


        
Gangguan Jiwa


        
Gangguan Depresi


        
Gangguan Cemas


        
Gangguan Stres Paskatrauma


        
Gangguan Campuran Ansietas dan
Depresi


        
Gangguan Penyesuaian


        
Gangguan Somatoform


 
 
Back to top | Back to Index
 
 
Silahkan mengisi buku tamu
Today: Selasa, 23 Januari 2018
Visitor today:
Visitor online :
Total Visits :
 
(c) 2009-2018 BY STIKES MAHARANI MALANG
Akordion Selatan 8B Street Malang - East Java Phone. (+62)341 4345375 Fax. (+62)341 4345375
www.stikesmaharani.ac.id - email: informasi@stikesmaharani.ac.id
 
Designed & Developed by Adhamweb Dot Com
Pengisian form pendaftaran online